TRADISI
TRADISI
BEDOL PAMARAYAN
Di desa saya tepatnya di pamarayan terdapat
banyak tradisi yang unik dan masih sangat eksis sampai saat ini, salah satunya
adalah bedol pamarayan yang di gelar setahun sekali. Bedol Bendungan Pamarayan
sudah dilakukan sejak bendungan lama ada, dan sudah menjadi tradisi warga
Pamarayan secara rutin. Kebiasaan yang digelar setiap tanggal sepuluh bulan
sepuluh ini masih dilakukan oleh masyarakat sekitar bendungan Pamarayan,Kabupaten
Serang hingga kini. Penyelenggaraan bedol Pamarayan ini dilakukan dengan
dihadiri ribuan warga kecamatan pamarayan dan sekitarnya.Sejumlah pejabat
Pemkab Serang pun turut hadir dalam kegiatan ini hampir setiap tahunnya.
Sejarah
bendungan pamarayan ini diawali oleh Penjajahan yang dilakukan oleh negara
kincir angin,belanda pada tahun silam. Bedol Pamarayan diadakan/dibangun untuk
mencitrakan bahwa bendungan ini adalah milik rakyat. Sehingga rakyat diminta
untuk turut bertanggungjawab dengan memelihara bendungan ini.
Penjajahan
yang di lakukan belanda, tidak hanya menyisakan kepedihan ataupun trauma di
hati rakyat Indonesia. Namun ternyata, penjajahan itu menyisakan benda benda sejarah yang memiliki nilai kegunaan
yang tinggi, salah satunya adalah bendungan pamarayan yang terletak di
kecamatan pamarayan, kabupaten serang provinsi Banten ini. Bendungan pamarayan
ini menjadi media yang menciptakan suatu
tradisi yang menjadi ciri khas, yaitu tradisi bedol pamarayan. Bedol Pamarayan
adalah pesta para petani saat memasuki musim tanam setelah menghadapi kemarau.
Secara fungsi, bendung Pamarayan digunakan untuk mengairi area persawahan di
Kabupaten/Kota Serang yang berjumlah ribuan hektar.
Bendungan
pamarayan memiliki sistem irigasi yang mampu mengairi 13.638,50 hektar areal
pesawahan di kabupaten dan kota serang. Jangkauannya meliputi beberapa
kecamatan diantaranya:
o
kecamatan Cikeusal,
o
kecamatan Kragilan,
o
kecamatan Ciruas,
o
Kecamatan Pontang,
o
Kecamatan Tirtayasa,
o
Serang,
o
Kasemen,
o
Kecamatan Kramatwatu,
o
Kecamatan Bojonegara,
o
Kecamatan Pamarayan,
o
Kecamatan Cikande dan
o
Kecamatan Carenang.
Sampai
saat ini bendungan Pamarayan masih berdiri kokoh meskipun posisinya telah
dipindahkan sekitar 200 meter dari lokasi bendung Pamarayan lama, yang saat ini
menjadi benda cagar budaya (BCB). Secara teknis bedol Pamarayan adalah kegiatan
untuk memeriksa mesin bendung yang berada di bawah air karena dikhawatirkan
sudah ada besi yang tidak layak pakai. Jadi,untuk melihat kondisi besi yang
berada di bawah air maka bendung harus dikeringkan terlebih dahulu.
Bedol
pamarayan ini merupakan tradisi yang harus senantiasa di lakukan sebagai
kebudayaan asli pamarayan dan tak bisa dipungkiri kalau bedol pamarayan ini di
saksikan oleh hampir seluruh warga pamarayan yang datang dengan tujuan untuk
mendapatkan ikan,karena ketika sungai ci ujung telah di bedolkan maka sungai
itu kering,sehingga mudah untuk mendapatkan ikan.
Ribuan
warga memadati area bendung lengkap dengan perlatan tangkap ikan sederhana.
Mulai dari jaring, karung, keranjang bambu sampai kain yang digunakan untuk
tempat ikan. Tradisi ini dimulai pada pukul 10.00 WIB, diawali dengan bunyi
sirine dan pintu bendungan pun dibuka,kemudian air pun mengalir deras.
Sementara itu, warga yang sejak tadi pagi menunggu di pinggir bandung langsung
turun dengan membawa alat tangkap ikan.
Tak
urung,ratusan orang yang sudah menyiapkan jaring masing-masing berbagai ukuran,
bubung dan bahkan jalan menungu saat-saat bendungan tersebut dibedol. Tujuan
warga menjaring ikan adalah sebagai berikut:
1.ada
orang yang berharap dari hasil tangkapannya tersebut dapat dibawa pulang
sebagai lauk; dan
2.ada pula yang dijual kemudian hasilnya
digunakan untuk memenuhi kebutuhan dapurnya.
Macam-macam
ikan yang didapat, mulai dari ikan betik, gabus, nila, tawes dan yang pasti
ikan caung dijajakan para penjaring ini disekitar areal bendungan.
Tidak
sedikit warga yang mampu membawa 10-20 kg ikan dari bendungan yang sebenarnya
dibuka untuk menandai pola tanam tahap 1 bagi para petani yang ada di hilir
aliran sungai ci ujung ini.Ikan yang didapat mereka jual dengan kisaran harga
Rp 15.000-20.000 yang jumlah ikannya ada
5 ekor seikat. Warga sangat antusias terhadap tradisi bedolan ini, karena telah
dijelaskan diatas selain mereka mengharapkan mendapat ikan untuk dimakan, mereka
juga mengharapkan ikan itu bisa di jual dan menghasilkan uang untuk memenuhi
kebutuhan dapur mereka.
Bendungan
pamarayan ini sering juga dijadikan sebagai tempat rekreasi, dibuktikan dengan
banyaknya warga pamarayan dan sekitarnya yang datang untuk melihat dan
menikmati pemandangan bendungan pamarayan. Selain itu ketika bulan ramadhan
jembatan ini sangat ramai oleh pengunjung,masyarakat dari berbagai daerah
sering berkunjung ke areal bendung pamarayan.Mereka menikmati udara segar dan
suara gemericik air yang jatuh dari delapan pintu air di bendungan.Saat
Ramadhan bendungan pamarayan menjadi tempat favorit masyarakat untuk
ngabuburit(menunggu waktu berbuka puasa) dan nyubuh(berolahraga atau jalan
santai setelah shalat subuh). Setiap sore banyak sekali warga sekitar yang
berkunjung ketempat itu untuk ngabuburit.
Fungsi
bendungan pamarayan ini sangatlah banyak,seperti yang di jelaskan diatas.
Bendungan pamarayan ini sangatlah penting untuk dijaga, karena jika terjadi
banjir kiriman dari daerah lain,maka akan dibedol di bendungan pamarayan. Oleh
karena itu pentinglah kita menyadari bahwa, jika kita menjaga sesatu
apapun dengan sebaik-baiknya,maka
sesuatu itu akan memberikan kebaikan pula kepada kita. Selain itu dengan
menjaga bendungan pamarayan ini, berarti kita sebagai warga pamarayan juga
telah menjaga dan melestarikan tradisi yang menjadi maskot pamarayan yaitu
tradisi bedol pamarayan.
Comments
Post a Comment