Sistem nilai budaya, pandangan hidup dan ideologi
Sistem
nilai budaya merupakan tingkat yang paling tinggi dan paling abstrak dari adat
istiadat. Hal itu disebabkan karena nilai budaya merupakan konsep-konsep
mengenai sesuatu yang ada dalam alam pikiran sebagian besar dari masyarakat
yang mereka anggap bernilai, berharga dan penting dalam hidup sehingga dapat
berfungsi sebagai suatu pedoman yang memberi arah dan orientasi pada kehidupan
para warga masyarakat tadi.
Walaupun
nilai budaya berfungsi sebagai pedoman hidup manusia dalam masyarakat, tetapi
sebagai konsep, suatu nilai budaya itu bersifat sangat umum, mempunyai ruang
lingkup yang sangat luas, dan biasanya sulit diterangkan secara rasional dan
nyata. Namun, justru karena sifatnya yang umum, luas, dan tidak konkret itu,
maka nilai-nilai budaya dalam suatu kebudayaan berada dalam daerah emosional
dari alam jiwa para individu yang menjadi warga dan kebudayaan bersangkutan.
Selain itu, para individu tersebut sejak kecil telah diresapi denagn nilai
budaya yang hidup dalam masyarakatnya sehingga konsep-konsep itu sejak lama
telah berakar dalam alam jiwa mereka. Itulah sebabnya nilai-nilai budaya dalm
suatu kebudayaan tidak dapat diganti dengan nilai-nilai budaya yang lain dalam
waktu singkat, dengan cara mendiskusikannya secara rasional.
Suatu
sistem nilai budaya sering juga berupa pandangan hidup atau World view bagi
manusia yang menganutnya. Namun sebaiknya istilah “pandangan hidup” sebaiknya
dipisahkan dari konsep sistem nilaibudaya. Pandangan hidup itu biasanya
mengandung sebagian dari nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat, yang dipilih
secara selektif oleh para individu dan golongan-golongan dalam masyarakat.
Dengan demikian, apabila sistem nilai itu merupakan pedoman hidup yang dianut
oleh sebagian besar warga masyarakat, maka “pandangan hidup” itu merupakan
suatu sistem pedoman yang dianut oleh golongan-golongan atau lebih sempit lagi,
individu-individu khusus dalam masyarakat. Karena itu, hanya ada pandangan
hidup golongan atau individu tertentu, tetapi tidak ada pandangan hidup seluruh
masyarakat.
Lain
lagi dengan konsep “ideologi”. Konsep itu juga merupakan suatu sistem pedoman
hidup atau cita-cita, yang ingin sekali dicapai oleh banyak individu dalam
masyarakat, tetapi lebih khusus sifatnya dari pada sistem nilai budaya. Suatu
ideology dapat menyangkut sebagian besar dari warga masyarakat, tetapi dapat
juga menyangkut golongan-golongan tertentu dalam masyarakat. Sebaliknya,
istilah ideologi biasanya tidak dipakai dalam hubungan dengan individu. Kita
bisa bicara tentang ideologi negara, ideologi masyarakat, ideologi golongan
tertentu, sedangkan dalam hubungan dengan individu kita tidak bicara tentang
ideologi si A, tetapi tentang cita-cita si A. Ideologi suatu negara biasanya
disusun secara sadar oleh tokoh-tokoh pemikir dalam suatu negara, suatu masyarakat,
atau golongan tertentu dan negara. Masyarakat atau golongan tadi biasanya akan
berusaha untuk menyebarluaskan ideologi tersebut kepada warganya.
Referensi:
Koentjaraningrat.
(2009) Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rinneka cipta
Comments
Post a Comment