POLITIK
Kegiatan politik adalah kegiatan yang bertujuan
untuk merebut dan memperoleh kekuasaan, karena dengan kekuasaan dianggap seseorang
atau kelompok masyarakat akan mempunyai akses yang besar untuk ikut merumuskan
dan menetapkan kebijakan publik yang menguntungkan dirinya atau kelompoknya. Bahkan
kekuasaan politik dianggap sebagai kekuatan nyata untuk mengatur kehidupan
masyarakat dalam berbagai aspeknya, karena tanpa kekuasaan politik, pengaruh seseorang
atau kelornpok tidak akan efektif dalam kehidupan masyarakat (Asy'arie, 1999 : 107).
Teori politik adalah bahasan dan generalisasi dari fenomena yang bersifat
politik, yang bahasannya meliputi: (a) tujuan dari kegiatan politik, (b)
cara-cara mencapai tujuan itu, (c) kemungkinan kemungkinan dan kebutuhan-
kebutuhan yang ditimbulkan oleh situasi politik tertentu, dan (d) kewajiban
yang ditimbulkan oleh tujuan politik itu. Konsep-konsep yang dibahas dalam
teori politik mencakup antara lain masyarakat, kelas sosial, negara, kekuasaan,
kedaulatan, hak dan kewajiban, kemerdekaan, lernbaga-lernbaga negara, perubahan
sosial, pembangunan politik, modemisasi dan sebagainya. Menurut Thomas P.
Jenkin dalam The Study ofPolitical Theory dibedakan dua macam teori
politik yaitu:
1. Teori-teori
yang mempunyai dasar moril dan yang menentukan norma-norma politik. Karena
adanya unsur norma-norma dan nilai maka teori-teori ini dinamakan volutional
(mengandung nilai). Yang termasuk golongan ini antara lain filsafat politik,
teori politik sistematis idiologi dan sebagainya. Teori-teori yang valuational
dapat dibagi dalam tiga golongan:
a. Filsafat politik (political philosophy) Filsafat
politik mencari pilihan berdasarkan rasio, disini terdapat hubungan
antara sifat dan hakikat dari kehidupan politik di duniafana.
b. Teori politik sistematis (syst ematic political
theory) Teori ini menjelaskan realisasi dari nomm dan nilai-nilai ke dalam
suatu program politik.
c. Idiologi politik (political ideology) Merupakan
himpunan nilai-nilai , ide, norma-norma, kepercayaan, keyakinan yang
dimiliki orang atau sekelompok orang atas dasar mana ia menentukan sikapnya
atas suatu problema politik. Contoh beberapa ideologi seperti Marxisme-Leninisme,
Liberalisme.
2.
Teori-teori yang menggambarkan dan membahas fenomena dan fakta-fakta politik
dengan tidak mempersoalkan norma atau nilai (noli valutionali, bersifat
deskriptif dan komparatif. Al-Farabi menyatakan bahwa ilmu politik dan etika
merupakan pcrluasaan atau perkembangan metafisika atau sebagai manifestasinya yang
tertinggi yaitu teologi, politik pemerintahan merupakan jelmaan dari gambaran
nyata kondisi ideal. la menyebut tatanan itu sebagai alMadinah al-Fadilali, suatu
kondisi masyarakat ideal yang bersumber dari ide-ide Yang Sempuma atau
Wujud Azali (AI-Farabi, 1959: 109-110).
Sumber/referensi:
Anshori,
Abdul Ghofur. (2006). Filsafat hukum, sejarah, aliran dan pemaknaan.
Yogyakarta: Gadjah Mada University. Press.
Comments
Post a Comment