Perangkat Elektronik Sebagai Media/Sumber Belajar IPS
Perangkat elektronik seperti Radio, TV,
video, internet dan lain-lain merupakan media/sumber belajar yang sangat
berharga bagi pendidikan IPS di SMP/SMA. Media tersebut, khususnya Radio dan TV
bukan lagi barang baru bagi para peserta didik SMP/SMA. Hampir setiap saat
mereka dapat mendengar siaran radio dan menonton tayangan TV pada umumnya
berita radio berisi tentang kejadian-kejadian di bidang ekonomi, politik,
pendidikan dan sosial budaya dilingkungan setempat, lingkungan nasional dan
dunia. Demikian juga siaran TV berisi berita yang menyangkut hal yang sama yang
dilengkapi dengan gambar bergerak. Didalam acara TV juga terdapat siaran
hiburan yang dapat diikuti dan disimak oleh para pemirsa. TV memiliki
keunggulan dibandingkan dengan radio. TV tidak hanya menyiarkan audio(suara)
yang dimiliki oleh radio melinkan juga rekaman video atau gambar bergerak. Oleh
karena itu media TV lebih menarik dibandingkan dengan radio. Namun demikian,
tidak semua siaran TV dapat dijadikan sebagai bahan pelajaran. Banyak acara
TV yang tidak sesuai dengan tingkat usia
anak-anak SMP/SMA. Demikian juga acara tayangan iklan berbagai produk sering
mendorong para peserta didik untuk mengkonsumsi barang yang ditawarkan sehingga
hal itu dapat mengajak mereka kearah pola hidup boros atau konsumeristis. Oleh
karena itu dalam pembelajaran di SMP/SMA diperlukan pelatihan tentang cara
menyeleksi siaran TV, waktu menonton dan sikap kritis terhadap tayangan TV agar
siaran tersebut benar-benar menjadi media/sumber belajar bagi para peserta
didik SMP/SMA yang sedang belajar IPS. Berikut terdapat beberapa langkah dalam
menggali informasi dari media elektronik.
1. Menggali media/sumber belajar melalui
internet.
Beragam materi pembelajaran IPS seperti
keterampilan lingkungan alam dan sosial, baik dilingkungan setempat, wilayah
lain diindonesia dan berbagai negara dapat dipelajari melalui sarana internet.
Apabila sekolah memiliki sarana tersebut atau dekat dengan lokasi warung
internet maka fasilitasilah para peserta didik dengan kegiatan menjelajah
informasi mengenai topik tersebut di internet. Untuk menggali berbagai
informasi seperti keadaan sosial dan geografis wilayah indonesia, kondisi fisik
kota-kota besar diindonesia, pelabuhan, pengairan, pembangkit tenaga listrik,
pemukiman, industri dan lain-lain maka sarana internet dapat menyediakan
informasi tesebut.
2. Menggali media/sumber informasi dari
tayangan film pada VCD
Untuk memahami beragam informasi yang
berhubungan dengan materi pembelajaran IPS maka para peserta didk dapat
difasilitasi dengan kegiatan menonton tayangan VCD.
3. Menggali informasi dari tayangan TV
Tayangan TV banyak berisi informasi yang
berhubungan dengan materi pembelajaran IPS SMP/SMA seperti misalnya
permasalahan sosial yang nampak dalam kehidupan sehari-hari. Permasalahan
sosial seperti pengangguran, kriminalitas, kenakalan remaja dan anak-anak,
konflik antar warga, dan lain-lain yang dapat ditemukan dalam kehidupan
sehari-hari juga sering disiarkan dalam berita di TV. Oleh karena itu, agar
para peserta didik menjadi pembelajar yang aktif yang bisa menemukan dan
melaporkan apa yang mereka lihat dan rasakan maka fasilitasilah mereka dengan
kegiatan menonton berita di TV. Tugasilah para peserta didik untuk menyaksikan
berita tersebut serta melaporkannya secara tertulis atau lisan mengenai topik
yang mereka saksikan. Untuk menyaksikan tayangan TV yang dianggap akan
berpengaruh buruk pada para peserta didik maka mintalah orang tua mereka untuk
mendampinginya. Orang tua dapat diminta menjelaskan tentang pentingnya
perbuatan untuk menghindari perbuatan-perbuatan yang buruk yang disaksikan di
TV.
referensi:
referensi:
Rachmah, Huriyah. (2014). Pengembangan profesi pendidikan IPS. Bandung:
CV Alfabeta
Comments
Post a Comment