Pengertian Agama
Agama adalah sebuah koleksi terorganisir
dari kepercayaan, sistem budaya, dan pandangan dunia yang menghubungkan manusia
dengan tatanan/perintah dari kehidupan. Banyak agama memiliki narasi, simbol, dan sejarah suci yang dimaksudkan
untuk menjelaskan makna hidup dan / atau menjelaskan asal usul kehidupan atau
alam semesta. Dari keyakinan mereka tentang kosmos dan sifat manusia,
orang memperoleh moralitas, etika, hukum agama atau gaya hidup yang disukai. Menurut beberapa
perkiraan, ada sekitar 4.200 agama di dunia.
Banyak agama yang mungkin telah
mengorganisir perilaku, kependetaan, definisi tentang apa yang merupakan
kepatuhan atau keanggotaan, tempat-tempat suci, dan kitab suci. Praktik agama
juga dapat mencakup ritual, khotbah, peringatan atau pemujaan tuhan, dewa atau
dewi, pengorbanan, festival, pesta, trance, inisiasi, jasa penguburan, layanan
pernikahan, meditasi, doa, musik, seni, tari, masyarakat layanan atau aspek
lain dari budaya manusia. Agama juga mungkin mengandung mitologi.
Kata agama kadang-kadang digunakan bergantian dengan iman,
sistem kepercayaan atau kadang-kadang mengatur tugas; Namun, dalam kata-kata Emile durkheim, agama berbeda dari keyakinan pribadi dalam
bahwa itu adalah "sesuatu yang nyata sosial". Emile durkheim juga mengatakan bahwa agama adalah suatu sistem
keyakinan dan upacara-upacara yang keramat, suatu keyakinan dan upacara yang
berorientasi kepada suatu komunitas moral yang disebut umat. Istilah “umat”
digunakan Durkheim untuk membedakannya dengan ilmu gaib yang biasanya tidak
berumat. Durkheim menemukan suatu kesimpulan bahwa unsur elementer dalam
kehidupan beragama adalah emosi keagamaan. Jadi, bukan benda-benda keramat,
kekuatan gaib, yang ada pada benda-benda, roh-roh halus dan lain sebagainya,
tetapi berpngkal dari sikap manusia terhadap objek-objek itu yang muncul dari
emosi keagamaan yang diikat menjadi sebuah kesadaran kolektif.[1]
[1] Adeng M. Ghazali, Antropologi Agama, (Bandung: Alfabeta,
2011), hlm. 105.
Comments
Post a Comment