IDENTITAS PENDIDIKAN? Pendidikan di Indonesia memiliki IDENTITAS kah?



Pendidikan di Indonesia menerapkan pendidikan yang berlandaskan pancasila sebagai dasar dalam pelaksanaan pendidikan di Indonesia. Dalam perkembangannya pendidikan di Indonesia sangatlah bergantung pada pembiayaan atau dana untuk proses pengembangan kualitas dan mutu pendidikan. Pendidikan diindonesia yang diakui pada saat ini adalah pendidikan formal(pendidikan dijenjang SD, SMP, SMA dan perguruan tinggi) dan pendidikan non formal( pendidikan pesantren, dll). Namun masih ada satu jenis pendidikan yang paling vital/ penting yang tidak terlembaga, yakni pendidikan informal(pendidikan keluarga), yang menjadi dasar dalam perkembangan kepribadian anak sebelum melangkah ke tahap selanjutnya yakni tahap menjadi peserta didik dilingkungan lembaga formal maupun non formal pendidikan. Pendidikan keluarga diibaratkan sebagai batu loncatan anak dalam upaya menjadi seseorang yang berkarakter atau berkepribadian yang dipupuk sejak dini dalam pendidikan dilingkungan keluarganya.
Identitas itu sendiri menurut saya adalah sesuatu yang menjadi ciri khas yang tak dimiliki oleh siapapun sehingga menjadi sebuah kebanggaan, jati diri dan karakter( dalam hal ini adalah pendidikan). Identitas pendidikan di Indonesia haruslah menggabungkan macam-macam pendidikan diatas menjadi satu kesimpulan tentang bagaimana keadaan, kualitas, dan mutu pendidikan di Indonesia dari awal pembentukan kemudian pada proses perkembangan dan sampai pada pemerataan pendidikan diseluruh wilayah di Indonesia.
Pendidikan Indonesia pada saat ini menurut saya sendiri sudah tidak memiiki identitas, karena dalam realitanya pendidikan di Indonesia berkiblat pada pendidikan di belahan dunia barat, seperti amerika dan negara-negara dibenua eropa. Dengan mengkiblatkan pendidikan Indonesia kepada pendidikan di dunia barat, maka hampir setiap kebijakan dan peraturan pendidikan bahkan sampai  pada pelaksanaan dan sarana prasarananya juga mengikuti perkembangan pendidikan disana.
Pendidikan Indonesia harusnya adalah pendidikan yang berbasis  kearifanlokal(local wisdom). Dimana identitas pendidikan didasarkan pada tradisi, adat istiadat, serta pengelolaan kehidupan disetiap wilayah yang berbeda-beda di Indonesia. Jadi setiap wilayah yang ada di Indonesia memiliki identitas pendidikannya masing-masing yang disesuaikan dengan kondisi diwilayah tersebut, baik kondisi lingkungan, kondisi sosial, maupun kondisi kehidupan ekonomi. Sehingga identitas pendidikan secara nasional adalah pendidikan diberbagai wilayah di Indonesia itu sendiri.
 Kapitalisasi pendidikan telah menjadi salah satu penyebab hilangnya identitas pendidikan nasional, mengapa demikian? Karena pendidikan Indonesia seharusnya adalah pendidikan yang berdemokrasi yakni pendidikan yang disepakati oleh rakyat dimana masyarakat/warga negara Indonesia yang terhimpun dalam pendidik dan peserta didik didalam lembaga pendidikan formal maupun non formal yang diatur dan dikelola sepenuhnya oleh pemerintah pusat dan daerah(tanpa campur tangan pemilik modal/kapitalis)didalamnya berusaha bersama-sama mencapai kesejahteraan hidup. Namun dalam pelaksanaannya pemerintah pusat dan daerah telah membuka peluang bagi para pemilik modal untuk berinvestasi di lembaga pendidikan di Indonesia, sehingga pendidikan tidak lagi sepenuhnya dikuasai oleh pemerintah, namun juga dikuasai oleh para pemilik modal/ kaum kapitalis yang mengakibatkan kebijakan-kebijakan baru yang ditetapkan oleh para pemilik modal dalam upaya meningkatkan dan mengembangkan usahanya dibidang perekonomian(memikirkan kepentingan pribadi).
*pemikiran pribadi penulis

Comments

Popular posts from this blog

Apa itu Negara Kestuan Republik Indonesia (NKRI)?

Pengertian Epistemologi

EMPAT POKOK PERSOALAN FILSAFAT