Pendidikan di Era Globalisasi
Indonesia memerlukan sumber daya manusia yang unggul
sebagai modal utama dalam pembangunan. Untuk memenuhi sumber daya tersebut
pendidikan memiliki peran yang sangat penting. Pendidikan merupakan suatu usaha
untuk mencapai suatu tujuan pendidikan, suatu usaha pendidikan menyangkut tiga
unsur pokok, yaitu input, proses dan output. Input pendidikan adalah peserta
didik dengan berbagai ciri-ciri yang ada pada peserta didik. Proses pendidikan
terkait berbagai hal seperti pendidik, kurikulum, gedung, buku, metode
mengajar. Output atau hasil pendidikan dapat berupa pengetahuan, sikap, dan
keterampilan (Widiyarti dan Suranto, t.t., hal. 1)
Pendidikan IPS pada era globalisasi sangat dibutuhkan,
kajian IPS yang merupakan pengembangan potensi jati diri sebagai mahluk sosial
yang harus memiliki kecakapan berfikir, kecakapan akdemik, kecakapan sosial.
Globalisasi menyangkut suatu kesadaran baru mengenai dunia sebagai satu
kesatuan interaksi dan saling ketergantungan yang semakin besar dalam era baru
yang perlu dijawab dengan tepat, sementara kemampuan bersaing penduduk
Indonesia dalam menghadapi era globalisasi masih sangat lemah dibandingkann
dengan negara lain. Pendidikan sebagai investasi masa depan bangsa yang menjadi
dasar kualitas sumber daya manusia yang unggul yang harus pula diiringi
moralitas yang tinggi dan integritas kebangsaan yang kuat, tidak korup, jujur,
kreatif, dan memiliki visi kedepan yang diasumsikan akan mempercepat bangsa ini
keluar dari krisis yang berlarut-larut.
Era globalisasi sebenarnya justru membutuhkan pendidikan
IPS lebih tinggi dibanding sebelumnya. Dengan adanya pendidikan IPS dapat
menjawab tantangan yang ada dan muncul di era globalisasi, begitu lengkapnya
kajian IPS dengan semua rumpun keilmuannya jika betul-betul dipahami dan dilaksanakan
agar dapat memunculkan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang terkemuka.
Pendidikan IPS adalah seleksi dan rekonstruksi dari disiplin ilmu pendidikan
dan disiplin ilmu-ilmu sosial, humaniora, yang diorganisir dan disajikan secara
psikologis dan ilmiah untuk tujuan pendidikan (Somantri, 2001, hal. 191). Jati
diri IPS ini perlu ditegaskan berulang-ulang agar selalu mengingatkan kita
bahwa pendidikan IPS tidak mungkin bisa berdiri sendiri, IPS merupakan mitra
bagi ilmu-ilmu lainnya. Pendidikan IPS berusaha mengorganisasikan dan
mengembangkan subtansi ilmu-ilmu sosial secara ilmiah dan psikologis untuk
tujuan pendidiakan. Pendidikan IPS mempunyai peran yang penting dalam membangun
identitas nasional untuk menjadikan peserta didik kretif, mampu memecahkan masalah
diri dan lingkungannya, serta menjadi warga negara yang baik dan bermoral.
Untuk mmenghadapi tantangan dan dinamika masyarakat dan globalisasi, maka perlu
konsolidasi kurikulum yang meliputi:
a.
Penetrasi jati diri pendidikan IPS ke dalam
primary structure.
b.
Mata kuliah yang tidak begitu penting
disederhanakan dan menampikkan pendidikan global.
c.
Semua mata kuliah disiplin ilmu diperkuat
sehingga setaraf dengan mata kuliah di Universitas untuk mendukung primary
structure.
d.
Diadakan mata kliah yang berorientasi pada bisnis
dan bahasa asing.
Ditengah iklim
globalisasi, pendidikan IPS tetap diperlukan, baik sebagai penopang identitas
nasional maupun pemecahan masalah lokal, regional, nasional, dan global.
Masalah akan selalu ada dalam mengatasi segala kendala yang muncul di era
globalisasi dibutuhkan keterlibatan semua pihak. Masalah dalam pendidikan IPS,
baik dari kurikulum, pengembangan perguruan tinggi, kemampuan guru dalam
pembelajaran, kebijakan pemerintah, peran masyarakat iru sendiri harus bekerja
sinergis, karena hasil yang didapatpun akan dirasakan oleh seluruh lapisan dan
keberhasilan yang akan diperoleh, juga akan menjadi buah yang manis yang bisa
dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Pendidikan tidak hanya
memberikan pengertian, dan keterampilan untuk hidup secara efektif dalam
masyarakat global dewasa ini, tetapi juga harus memberikan kemampuan untuk
memenfaatkan dengan sebaik-baiknya peluang-peluang dimasa akan datang dan mampu
menghargai masa lampau. Pendidikan global adalah salah satu sarana agar siswa
mengerti bahwa mereka adalah bagian dari masyarakat dunia, sekalipun demikian
tidak berarti tidak harus mengingkari dirinya sebagai warga dari sebuah bangsa.
Demikian juga sebaliknya, sebagai warga negara yang baik seharusnya menjadi
warga dunia yang baik.
Pendidikan global mencoba
lebih banyak menerangkan persamaan dari pada perubahan-perubahan yang dimiliki
oleh berbagai bangsa. Disamping itu, berusaha memberikan penekanan untuk
berfikir tentang negerinya sendiri, terutama berhubungan dengan masalah-masalah
dan isu-isu yang mampu melintasi batas-batas negara. Perubahan-perubahan yang
terjadi sebagi dampak kemajuan ilmu dan teknologi, serta dengan masuknya arus
globalisasi, membawa pengaruh yang multidimensial. Dibidang pendidikan
perubahan ini dituntut oleh kebutuhan siswa, masyarakat, dan lapangan kerja.
Salah asatu bentuk perubahan yang dituntut dari kurikulum IPS adalah
menyesuaikan dengan perubahan yang terjadi secara global tersebut.
Era globalisasi yang
ditandai oleh adanya persaingan semakin tajam, arus deras dari informasi dan
komunikasi, keterbukaan merupakan salah satu pendorongnya, apabila kita tidak
mengikutinya dengan seksama menyebabkan ketertinggalan. Ketertinggalan ini
disebabkan juga karena globalisasi merupakan proses dimana manusia dibumi ini
di-inkorporasikan atau dimasukkan kedalam masyarakat dunia yang tunggal, yaitu
masyarakat global, dan dalam proses ini kejadian, keputusan dan kegiatan di
salah satu bagian dunia menjadi konsekuensi yang sognifikan bagi individu atau
masyarakat didaerah lainnya yang jauh dimuka bumi ini (Nursyid:1999:15). Selain
itu globalisasi juga melahirkan masyarakat yang terbuka, yang memberikan nilai
kepada individu, kepada hak dan kewajiban sehingga semua manusia mempunyai
kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensinya dan menyumbangkan
kemampuannya bagi kemajuan bangsa.
Referensi :
· Rachmah Huriyah, (2014). Pengembangan profesi pendidikan IPS.
Bandung: Alfabeta.
· Gunawan Rudy, (2013). Pendidikan IPS filosofi konsep dan
aplikasi. Bandung: Alfabeta.
Comments
Post a Comment