SEKS DAN GENDER
TEORI DAN DATA MENGENAI SEKS DAN
GENDER BESERTA PERMASALAHANNYA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI
TEORI
1.PENGERTIAN
SEKS DAN GENDER
Seks
adalah pembagian dua jenis kelamin manusia yang di tentukan secara biologis
yang melekat pada jenis kelamin tertentu.seks terbagi menjadi dua, yaitu
laki-laki dan perempuan.Dalam seks dikenal istilah Seksisme yaitu ideologi yang
beranggapan bahwa hal kecerdasan dan kekuatan fisik laki-laki melebihi
perempuan dan perempuan lebih emosional daripada laki-laki.
Gender
adalah identitas/psikologis yang diperoleh dari masyarakat,atau juga bisa
diartikan sebagai pencirian sosial
sebagai laki-laki dan perempuan. Gender sebagai suatu konsep tentang perbedaan
fungsi dan peran laki-laki ataupun perempuan. Laki-laki memiliki gender maskulin
yaitu bahwa laki-laki itu kuat, keras, dan lebih di utamakan mengerjakan
pekerjaan berat(mencari nafkah) sedangkan perempuan memiliki gender feminim
yaitu bahwa perempuan itu lemah, lembut dan lebih menekankan pada pengurusan
dan penjagaan terhadap anak –anak.
2.
PERMASALAH SEKS
a.
Pelecehan seksual
Pelecehan
seksual adalah pendekatan-pendekatan yang terkait dengan seks yang tidak di
inginkan,termasuk permintaan untuk melakukan seks dan perilaku lainnya yang
secara verbal maupun fisik merujuk pada seks.Pelecehan seksual dapat terjadi
dimana saja seperti bis, pasar, sekolah, kantor dan lain sebagainya.
b.
Lesbi
Lesbi
adalah katertarikan perempuan terhadap perempuan, baik di lakukan dengan
sengaja (tanpa paksaan) maupun dikarenakan adanya paksaan.
c.
Gay
Adalah
ketertarikan seorang laki-laki terhadap laki-laki, baik dilakukan dengan
sengaja(tanpa paksaan) maupun dikarenakan adanya paksaan.
d.
Biseksual
Adalah
ketertarikan sesorang terhadap sesama
jenis dan terhadap lawan jenis.
e.
Aseksual
Adalah
seseorang yang tidak memiliki ketertarikan sama sekali, baik terhadap sesama
jenis maupun terhadap lawan jenis.
3.PERMASALAHAN
GENDER
a.Marginalization
of women(pemiskinan perempuan)
Yaitu
pemiskinan terhadap salah satu jenis kelamin karena gender. Dalam hal ini perempuan
banyak menjadi korban.
b.Subordination
Yaitu
memandang perempuan sebagai kaum kedua setelah laki-laki. Hal ini di karenakan
adanya anggapan bahwa perempuan irasional dalam berpikir dan tidak bisa tampil
sebagai pengambil keputusan(pemimpin). Bentuk
subordination akibat perbedaan gender berbeda-beda menurut tempat dan
waktu. Contohnya: Dahulu ada anggapan bahwa perempuan tidak perlu sekolah, Karena
pada akhirnya perempuan akan mengurusi rumah tangga.
c.
Stereotif
Yaitu
pelabelan pada kaum perempuan, dan hal ini sangatlah merugikan bagi perempuan.
Contohnya: Bila perempuan bersolek mencari perhatian kaum lelaki, sehingga bila
ada perempuan yang diperkosa, maka yang disalahkan adalah perempuan tersebut. Padahal
ini bisa saja menjadi salah kaum laki-laki.
d.
Kekerasan
Kekerasan
adalah suatu serangan baik terhadap fisik maupun integritas mental psikologis
seseorang. Kekerasan ini di sebabkan karena adanya ketidak setaraan kekuatan
atau kekuasaan dalam masyarakat. Jenis-jenis kekerasan adalah sebagai berikut:
a. Pemerkosaan;
pemerkosaan
adalah perbuatan seseorang untuk memenuhi kebutuhan seksual dengan cara memaksa
orang lain tanpa kerelaan yang bersangkutan.ketidakrelaan ini sering kali tidak
nampak karena sebagai faktor dari ketakutan, malu, terpaksa dan karena
ekonomi,sosial serta budaya.
b. Penyiksaan
terhadap alat kelamin (genital mutilation);
seperti
penyunatan alat kelamin perempuan untuk mengontrol perempuan.
c. Kekerasan
dalam bentuk pelacuran(prostitusi).
DATA
Masalah
seks yang saya ketahui dewasa ini salah satunya adalah mengenai maraknya
pelecehan seksual yang sering terjadi di lingkungan sekitar. Di angkutan umum
seperti angkot, busway dan lain sebagainya. Pelaku seksual melakukan pelecehan
seksual itu karena adanya kesempatan dan adanya dorongan dalam dirinya untuk
melakukan pelecehan itu. Pelecehan seksual itu bisa juga terjadi karena
perempuan yang tidak bisa menjaga dirinya, memakai pakaian yang tidak senonoh dan
lain sebagainya.
Selanjutnya
ada permasalahan seksual yang juga
sering terjadi di masyarakat dan sering di tayangkan di Televisi nasional
maupun swasta, di Koran-koran, majalah dan situs-situs web di internet. Seperti
pemerkosaan,hubungan intim dengan sesama jenis(lesbi bagi perempuan dan gay
bagi laki-laki).
Masalah
gender yang saya lihat dan yang saya amati di daerah saya sendiri adalah adanya
penyimpangan mengenai kebiasaan yang menjadi aturan didalam suatu keluarga, yaitu
seorang isteri harus/wajib membantu
suaminya mencari nafkah. Tugas seorang isteri adalah membantu suami mencari
nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup bersama, mengatur keuangan keluarga,
menjaga anak dan memenuhi kebutuhan suami, baik kebutuhan jasmani maupun
kebutuhan rohani, serta mengatur dan melaksanakan semua kegiatan rumah tangga. Jika
seorang isteri tidak mau ikut mencari nafkah seperti suaminya, maka dia tidak
layak disebut sebagai isteri, tapi lebih layak disebut seorang pembantu.
Menurut
saya, itu merupakan salah satu masalah ketimpangan gender. Karena dalam
pengertian gender itu sendiri adalah identitas atau psikologis yang diberikan
oleh masyarakat. Perempuan memiliki gender yang bersifat feminim yaitu bahwa
perempuan itu lemah, lembut dan lebih menitikberatkan tugasnya untuk mengasuh
dan menjaga anak. Sedangkan laki-laki memiliki gender yang bersifat maskulin
yaitu, bahwa laki-laki itu kuat, keras dan lebih diutamakan mengerjakan
pekerjaan-pekerjaan berat(mencari nafkah) untuk memenuhi kebutuhan hidup
keluarganya.
Dari
penjelasan diatas sudah jelas bahwa permasalahan yang saya kaji itu merupakan
salah satu ketimpangan gender yang terjadi di masyarakat,bukan hanya warga di
daerah saya, tapi juga terjadi di daerah-daerah lain. Oleh karena itu perlu
adanya penjelasan dan pencerahan terhadap warga masyarakat mengenai ketimpangan
gender yang terjadi di dalam masyarakat itu sendiri, Agar masyarakat memahami
apa itu gender dan perbedaan gender laki-laki dan perempuan.
Harusnya
seorang isteri memiliki tugas/tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan lahir
maupun batin seorang suami dan mengasuh serta menjaga anak. Dan seorang suami
memiliki tugas/tanggung jawab untuk mencari nafkah dan mengerjakan kegiatan
rumah tangga seperti memasak, mencuci, membersihkan rumah dan kegiatan rumah
tangga lainnya. Pada saat suami mampu memenuhi semua kebutuhan isteri dan
anaknya, maka seorang isteri tidak di perbolehkan membantu suami mencari
nafkah, karena pada dasarnya perempuan itu memiliki gender yang bersifat
feminim seperti yang telah di jelaskan diatas. Namun ketika suami tidak sanggup
untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarganya, maka diperbolehkan seorang isteri
untuk membantu suami memulihkan anggaran pendapatan keluarga, asalkan tanpa ada
paksaan dari pihak suami.
AYOO SERBUU GAN MUMPUNG GRATIS DAN MURAH
ReplyDeleteADU BANTENG, Sabung Ayam, Sportbook, Poker, CEME, CAPSA, DOMINO, Casino
Modal 20 rb, hasilkan jutaan rupiah
Bonus 10% All Games Bolavada || Bonus Cashback 10% All Games Bolavada, Kecuali Poker ||
FREEBET AND FREECHIP 2017 FOR ALL NEW MEMBER !!! Registrasi Sekarang dan Rasakan Sensasi nya!!! ONLY ON : BOLAVADA(dot)com
BBM : D89CC515
sabung ayam
agen terpercaya
bandar judi