Menggali Bahan Cetak Sebagai Media/Sumber Belajar IPS



Buku teks IPS yang antara lain berbentuk buku pelajaran yang beredar disekolah-sekolah dasar merupakan media/sumber utama yang selama ini digunakan oleh guru-guru IPS di SMP/SMA untuk mengembangkan proses pembelajaran dikelas. Buku-buku yang diterbitkan oleh berbagai penerbit itu selalu mencantumkan kata-kata “sesuai dengan kurikulum yang berlaku”. Hal ini mengindikasikan bahwa memang buku-buku sesuai dengan tuntutan kurikuler, seperti yang terlihat dalam rumusan standar kompetensi dan kompetensi dasar (SK-KD) setiap mata pelajaran.
Buku teks yang diperkenalkan guru kepada para peserta didik masih merupakan pengetahuan yang dimiliki oleh penulis buku teks pelajaran. Sedangkan apabila buku teks tersebut dibaca oleh peserta didik secara kritis, dianalisis, dan dikembangkan lebih lanjut dalam bentuk interpretasi baru dan dituliskan kembali dalam catatan-catatan atau rangkuman peserta didik, maka hasil olahan tersebut telah menjadi miliknya. Pada akhirnya, peserta didik telah menjadi audience dari teks dan bahkan menjadi bagian dari teks itu sendiri. Dengan demikian melalui proses membaca dan mencatat tersebut peserta didik telah diberdayakan (empowered) untuk mengkontruksi pengetahuan, dan mereka telah berperan sebagai individu yang otonom dan pengembang pengetahuan.

referensi :

Rachmah, Huriyah. (2014). Pengembangan profesi pendidikan IPS. Bandung: CV Alfabeta
 

Comments

Popular posts from this blog

Apa itu Negara Kestuan Republik Indonesia (NKRI)?

Pengertian Epistemologi

EMPAT POKOK PERSOALAN FILSAFAT