Logika
Logika adalah sarana untuk berpikir sistematis,
valid, dan dapat dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, berpikir logis adalah
berpikir sesuai dengan aturan-aturan berpikir, seperti setengah tidak boleh
lebih besar daripada satu.
Tidak hanya de facto, menurut kenyataan kita
sering berpikir, secara de jure. Berpikir tidak dapat dijalankan
semaunya. Realitas begitu banyak macam dan jenisnya maka berpikir membutuhkan
jenis-jenis pemikiran yang sesuai. Pikiran diikat oleh hakikat dan struktur
tertentu, kendati hingga kini belum seluruhnya terungkap. Pemikiran kita tunduk
pada hukum-hukum tertentu. Memang sebagai perlengkapan ontologisme, pikiran
kita dapat bekerja secara spontan, alami, dan dapat menyelesaikan fungsinya
dengan baik, lebih-lebih dalam hal yang biasa, sederhana, dan jelas. Namun
tidak demikian pada saat menemui kondisi yang sulit, pada kondisi ini
pencapaian kesimpulan sangatlah sulit. Dalam kondisi ini diperlukan susatu yang
formal, pengertian yang sadar akan hukum-hukum pikiran beserta mekanismenya
secara eksplisit. Maksudnya, hukum-hukum pikiran beserta mekanisme dapat
digunakan secara sadar dalam mengontrol perjalanan pikiran yang sulit dan
panjang tersebut.
Sumber/referensi:
Suaedi.
(2016). Pengantar filsafat ilmu. Bogor: IPB Press
Comments
Post a Comment