Konsep Ilmu Dalam Islam



Adanya anggapan sebagian masyarakat bahwa ilmu terdiri dari ilmu agama dan ilmu umum sampai sekarang masih menjadi perdebatan yang tak kunjung usai. Bahkan dikatakan bahwa agama itu bukan ilmu karena agama dianggap terlepas dari wacana ilmiyah. Asumsi ini kemudian menimbulkan pemisahan lebih jauh antara apa yang disebut dengan revealed knowledge (pengetahuan yang bersumber dari wahyu Tuhan) dan scientific knowledge (pengetahuan yang bersumber dari analisa pikir manusia), seperti filsafat, ilmu sosial, ilmu-ilmu humaniora, ilmu-ilmu alam, dan ilmu eksakta. Anggapan seperti ini tentu tidak seluruhnya benar, karena masing-masing menyisakan berbagai persoalan metodologis dalam menemukan kebenaran sejati.
Paradigma ilmu agama dan paradigma ilmu pengetahuan itu walaupun berbeda akan tetapi juga memiliki persamaan. Menurut baharuddin dkk, bahwa Perbedaanyya adalah bahwa ilmu agama masih ada keterkaitan yang kuat dengan agama sedangkan ilmu umum keterikatan itu tidak ada bahkan otonom. persamaannya adalah ilmu agama itu sendiri pada hakikatnya adalah hasil ijtihad manusia yang tidak terlepas dari kesalahan sebagaimana ilmu-ilmu umum juga merupakan hasil ijtihad dan oleh sebab itu ilmu agama dan ilmu umum sebenarnya adalah bersifat relatif, dapat berubah, dapat diperdebatkan, dan tidak selamanya benar.
Islam sebenarnya tidak hanya mengatur masalah upacara ritual dan simbolik, Menurut Amin Abdullah, bahwa Agama dalam arti luas adalah wahyu Tuhan, yang mengatur hubungan timbal balik antara manusia dan tuhan, manusia dengan sesama dan lingkungan hidup yang bersifat fisik, sosial maupun budaya. Al-Qur’an merupakan kitab suci yang berisi petunjuk etika, moral, akhlak, kebijaksanaan dan dapat pula menjadi teologi ilmu serta grand theory ilmu. Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam surat al-Kahfi ayat 109:
“Katakanlah: “Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat
Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku,
meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)".

Sumber/ referensi:
·       Amin Abdullah, dkk, Integrasi Sains – Islam Mempertemukan Epistemologi Islam dan Sains, (Yogyakarta: Pilar Religia, 2004)

Comments

Popular posts from this blog

Apa itu Negara Kestuan Republik Indonesia (NKRI)?

Pengertian Epistemologi

EMPAT POKOK PERSOALAN FILSAFAT