Kebudayaan menurut ilmu antropologi
Menurut
ilmu antropologi “Kebudayaan” adalah:
keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam kehidupan
masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar. Hal tersebut
berarti bahwa seluruh tindakan manusia adalah “kebudayaan” karena hanya sedikit
tindakan manusia dalam kehidupan masyarakat yang tidak perlu dibiasakan dengan
belajar, yaitu hanya beberapa tindakan naluri, beberapa refleks, beberapa
tindakan akibat proses fisiologi, atau kelakuan membabibuta. Bahkan berbagai
tindakan manusia yang merupakan kemampuan naluri yang terbawa dalam gen bersama
kelahirannya (seperti makan, minum, atau berjalan dengan kedua kakinya), juga
dirombak olehnya menjadi tindakan berkebudayaan.
Manusia
makan pada waktu-waktu tertentu yang dianggapnya wajar dan pantas, ia makan dan
minum dengan alat-alat, cara-cara dan sopan santun atau protocol yang sering
kali sangat rumit, harus dipelajarinya dahulu dengan susah payah. Manusia
berjalan tidak hanya menurut wujud biologisnya yang telah ditentukan oleh alam,
tetapi merombak cara berjalannya dengan gaya seperti prajurit, berjalan dengan
gaya lemah lembut, berjalan seperti pragawati dan sebagainya, yang semuanya
harus dipelajarinya dahulu.
Definisi
yang menganggap bahwa “kebudayaan” dan “tindakan kebudayaan” itu adalah segala
tindakan yang harus dibiasakan oleh manusia dengan belajar (learned behaviour),
juga diajukan oleh beberapa ahli antropologi terkenal seperti C. Wissler, C.
Kluckhohn, A. Davis, atau A. Hoebel. Definisi yang mereka ajukan hanya beberapa
saja diantara banyak definisi lain yang pernah diajukan, tidak hanya sarjana
antropologi, tetapi juga olrh sarjana dari ilmu-ilmu lain seperti sosiologi,
filsafat, sejarah, dan kesusastraan. Dua orang sarjana antropologi, A.L.
Kroeber dan C. Kluckhohn, pernah mengumpulkan sebanyak mungkin definisi tentang
kebudayaan yang pernah dinyatakan orang dalam tulisan, dan ternyata bahwa ada
paling sedikit 160 buah definisi. 160 definisi itu kemudian mereka analisis,
dicari latar belakang, prinsip, dan intinya, kemudia diklasifikasikan kedalam
beberapa tipe definisi. Hasil penelitian mengenai definisi kebudayaan tadi
diterbitkan menjadi buku berjudul : culture, A Critical Review of Concepts and
Definitions (1952).
Referensi:
Koentjaraningrat. (2009) Pengantar Ilmu
Antropologi. Jakarta: Rinneka cipta
Comments
Post a Comment