Antropologi
Koentjaraningrat dalam (Ahmadi, khoiru, & Amri, 2011, p. 166)
mengemukakan bahwa antropologi adalah ilmu yang mempelajari manusia pada
umumnya dengan mempelajari karakteristik warna, bentuk fisik masyarakat serta
kebudayaan yang dihasilkan. Sasaran penyelidikan antropologi ialah pemahaman
perilaku manusia sebagai sosial dalam usahanya menyesuaikan diri dengan
lingkungan hidupnya, sebagai salah satu ciri yang membedakannya dari mahluk
hidup lainnya. Ahmadi & Amri (2011, p. 175) menyatakan bahwa terdapat dua
cabang (spesialisasi) ilmu antropologi yaitu:
a. Antropologi Fisik (physical Anthropology)
Cabang ini mencoba mengkaji tentang sejarah
terjadinya aneka warna mahluk manusia dipandang dari sudut ciri-ciri tubuhnya
dengan memakai obyek kajian tentang ciri-ciri tubuh yang lahir (fenotipik)
seperti warna kulit, warna dan bentuk rambut, indeks tengkorak, bentuk muka,
warna mata, bentuk hidung, tinggi dan bentuk tubuh maupun ciri-ciri yang dari
dalam (genotipik) seperti golongan darah. Dengan cara melihat dan menganalisis
ciri-ciri tubuh tersebut manusia di dunia ini dapat dikelompokkan kedalam satu
golongan (ras).
b. Antropologi Budaya (Cultural anthropology)
Mempelajari kelompok masyarakat yang masih
ada dan memiliki cara hidup (budaya) yang sama. Mereka juga mempelajari budaya
manusia tertentu untuk mengamati bagaimana bagian-bagian budaya itu menjadi
satu untuk membentuk satu keutuhan budaya. Mereka juga bisa mempelajari
bermacam-macam budaya, untuk mengamati pola-pola yang melandasi perilaku untuk
mendapatkan “perspektif lintas budaya” pada kondisi manusia. Ahli etnografi
yang mengkhususkan di dalam pengumpulan informasi tentang semua aspek
kebudayaan yang muncul melalui pengamatan lapangan. Ahli antropologi linguistik
mempelajari bahasa-bahasa manusia dengan fokus pada pemakaian bahasa dalam
konteks sosial. Konsep dasar antropologi antara lain: kebudayaan, nilai-nilai,
kepercayaan, adat, peran dan peradaban, organisasi sosial, komunitas, tempat
tinggal, upacara ritual, tradisi, keluarga inti, keluarga batih, kebiasaan.
sumber/referensi:
Rachmah, Huriyah. (2014). Pengembangan profesi pendidikan IPS. Bandung:
CV Alfabeta
Comments
Post a Comment